ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN AMPLANG (STUDI KASUS AMPLANG “KUNCI MAS KU”) di DESA HILIR KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU

Widiyas Astuti, Nina Budiwati, Hamdani Hamdani

Abstract


Indonesia adalah negara kaya akan budaya, hasil hutan, dan lautnya. Negara Indonesia sebagai negara agraris dan negara maritim. Indonesia adalah negara maritim terbesar didunia, bahkan negara kita 2/3 wilayahnya adalah lautan sehingga tidak heran jika Indonesia memiliki banyak spesies ikan yang tidak dipunyai dinegara lain. Amplang adalah khas panganan yang terbuat dari ikan tenggiri. Salah satu wilayahnya pengolahan amplang adalah Kotabaru. Industri amplang Kunci Mas Ku pengolahan industri skala kecil yang bergerak dalam pengolahan amplang. Home industry ini terdapat di Jalan Batu Selira Gg. Kunci Mas No.42 Desa Perumnas Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Usaha berlangsung selama Usaha ini sudah berlangsung selama ± 16 tahun dimulai pada tahun 2000 hingga sekarang tahun 2017. Usaha Amplang Kunci Mas Ku mampu bertahan dengan maraknya usaha yang sama dan meningkat karena kualitas produk yang dihasilkan memiliki rasa yang gurih. Ibu Mariana menggunakan bahan baku yaitu ikan tenggiri saja tanpa adanya campuran dari ikan–ikan lainnya. Pemasaran amplang Kunci Mas Ku dipasarkan di Kotabaru, dikirim ke Batulicin, serta Sungai Danau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum pengolahan amplang, besar biaya, penerimaan, keuntungan, pendapatan, BEP (Break Event Point), serta permasalahan yang terjadi selama usaha amplang Kunci Mas Ku berajalan selama tiga bulan terakhir yaitu bulan Desember, Januari, dan Februari. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana metode ini merupakan metode yang hanya meneliti pada satu kasus, penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian di home industry amplang Kunci Mas Ku adalah Pembuatan amplang merk Kunci Mas Ku menggunakan bahan baku berupa daging ikan tenggiri segar, dicampur dengan bahan pembantu lainnya yaitu: tepung tapioka, telur ayam, garam, gula, penyedap rasa, bawang merah, bawang. Usaha ini sangat menguntungkan namun pemasaran yang dilakukan oleh produsen selama ini tidak memanfaatkan social media untuk menjual hasil dagangannya sehingga kurang dikenal oleh masyarakat luas.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20527/fa.v2i3.247

Refbacks

  • There are currently no refbacks.