ANALISIS RANTAI PASOK PRODUKSI UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA GUDANG PT WIRONTONO BARU KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus pada Gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru)

Leni Pebriani, Yudi Ferrianta, Luki Anjardiani

Abstract


Indonesia  memiliki lahan budidaya perikanan yang cukup potensial, yang merupakan lahan budidaya terluas di dunia. Perairan Indonesia seluas 75 persen dari negaranya memberikan potensi yang baik bagi sektor perikanan.Kabupaten Kotabaru merupakan kantong produksi perikanan terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.Udang beku (frozen shrimp) merupakan hasil  perikanan yang memiliki volume angka tertinggi dan nilai tertinggi dalam ekspor perikanan Indonesia dibandingkan dengan komoditi – komoditi lain pada hasil perikanan Indonesia. Penerapan sistem rantai pasok akan membuat keberlangsungan perusahaan dalam proses bisnis berjalan dengan baik, hal ini dilihat dari fenomena perusahaan yang tidak menerapkan sistem manajemen rantai pasok dapat kesulitan untuk mencari rekanan dalam usaha/bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.Pengolahan industri frozen shrimp yang berdaya saing tinggi perlu melakukan perbaikan dalam kinerja manajemen rantai pasok pada perusahaan pengolahan udang beku secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manajemen rantai pasok dan permasalahan gudang terhadap sebuah perusahaan berkembang di sektor Udang Windu yang berada di Kabupaten Kotabaru pada bulanJuni, Juli dan Agustus 2017. Penelitian dengan metode studi kasus, dimana metode ini merupakan metode yang hanya meneliti pada satu kasus, penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian manajemen rantai pasok udang windu pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru dalam menjalankan usahanya yaitu dengan sistem organisasi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf organisasi (staffing), pemotivasian dan pengawasan berjalan dengan baik dibawah pengawasan dari kepala gudang di gudang PT Wirontono Baru tersebut.Masalah yang terdapat pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru yakni seringnya terjadi kekurangan pasokan udang windu yang disebabkan oleh saat gagal panen pada petani tambak yakni saat udang mati mendadak karena terkena penyakit atau pada saat cuaca ekstrem yang menyebabkan tingginya gelombang laut dan mengakibatkan para nelayan tidak bisa menangkap udang dilaut.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20527/fa.v2i3.249

Refbacks

  • There are currently no refbacks.