Analisis Teknoekonomi Pendirian Industri Kecil Minuman Temulawak di Kota Martapura Kalimantan Selatan

  • M.Roni Ari sandi, Agung Nugroho dan Arief RM Akbar
Keywords: NPV, IRR, PBP, BEP,dan Net B/C

Abstract

Hasil olahan temulawak diasosiasikan sebagai jamu yang mempunyai rasa pahit dan bau yang tidak sedap. Menurut Safitri (2017) bahwa penambahan konsentrasi larutan gula sebanyak 12% pada bahan baku temulawak 10%  dapat mengurangi rasa pahit dan pedas pada minuman temulawak. Sehingga di dapatkan minuman temulawak yang mempunyai rasa yang enak. Hasil perhitungan Kriteria investasi pada setiap kapasitas produksi menujukan industri layak didirikan adapun hasil perhitungan kriteria investasi  yaitu kapasitas 117 L/hari  adalah  NPV sebesar  Rp224.376.074,00 IRR sebesar 76,18%, PBP sebesar 0,5 tahun, BEP sebesar Rp235. 956.227,00 dan Net B/c sebesar 1.3. Perhitungan kriteria investasi pada kapasitas 195 L/hari adalah NPV sebesar 162.396.142, IRR sebesar 35,19 %, PBP 0.5 tahun, BEP sebesar  Rp284,172,635 dan Net B/C sebesar  1.5 sedangakan pada kapasitas 274 L/hari didapatkan NPV Rp.282.533.143,00, IRR 35,56% PBP 0,5 tahun, BEP Rp317.910.384,00 dan Net B/C 2,7.

Published
2019-08-20