Identifikasi Mikroba Antagonis Di Rhizosfer Tanaman Bawang Merah ( Allium Ascalonicum L.) Di Kalimantan Selatan.

Ulfie Malinda, Dewi Fitriyanti, Salamiah Salamiah

Abstract


Penyebab terjadinya fluktuasi produktivitas bawang merah yaitu adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering ditemui menyerang bawang merah adalah penyakit moler yang disebabkan oleh cendawan patogen Fusarium oxysporum. Dalam menangani masalah ini direkomendasikan menggunakan pengendalian hayati, yakni menggunakan mikroba antagonis yang ditemukan dari rhizosfer pertanaman bawang merah. Diduga, mikroba antagonis yang spesifik lokasi efektivitasnya lebih tinggi. Penelitian ini diawali dengan observasi dan pengambilan sampel di lapangan. Hasil isolasi, uji antagonis dan identifikasi ditemukan dua isolat bakteri berpotensi sebagai antagonis dengan kemampuan penghambatan  masing - masing 66,6% dan 56,6% terhadap  F. oxysporum., bakteri tersebut diidentifikasi sebagai Bacillus sp.


Full Text:

PDF

References


Aini, E., N. 2007. Efektivitas Beberapa Isolat Bacillus Sp. Dalam Menghambat Ralstonia Solanacearum Pada Cabai. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Jember.

Alexopoulos, C. dan Mims, C., 1996. Introductory Mycology, 4th ed. John Wiley & Sons,Inc, Canada.

Budiarti, L. dan Nurhayati. 2014. Kelimpahan Cendawan Antagonis pada Rhizosfer Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis (L.) Savi ex Hassk.) di Lahan Kering Indralaya Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Sub Optimal . Palembang.

Dawolo, B., Fifi, P., dan Armani .2017. Identifikasi Jamur Endofit dari Tanaman Karet Dan Uji In Vitro Anti Mikroba Terhadap Rigidoporus microporus. Jom FAPERTA Vol.4(2).

KementrianPertanian.http://aplikasi.pertanian.go.id/bdsp/indexasp. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2017.

Otten, W., D. J., Bailey dan C.A., Gilligan. 2004. Empirical Evidence Of Spatial Thresholds To Control Invasion Of Fungal Parasites And Saprotrophs. New Phytologist 163 Hlm. 125-132.

Prayudyaningsih, R., Nursyamsi, dan R. Sari. 2015. Mikroorganisme Bermanfaat Pada Rhizofer Tanaman Umbi Dibawah Tegakan Hutan Rakyat Sulawesi Selatan. Pros Sem Nas Mas Biodiv Indonesia Vol. 1(4). Hlm. 954-959.

Prihastuti. 2011. Struktur Komunitas Mikroba Tanah dan Implikasinya Dalam Mewujudkan Sistem Pertanian Berkelanjutan. El – Hayah Vol. 1 (4) Hlm.174 – 181.

Priyono, F.H. dan Muhammad N. 2014. Isolasi dan Identifikasi Bacillus sp. Sebagai Bakteri Pendegradasi Kontaminan Hidrokarbon pada Proses Bioremediasi. IPB. Bogor.

Rajan, S.2003. Microbial Physiology. First Edition. Anmol Publications PVT LTD. New Delhi.

Rosmahani, L. 2006. Pengelolaan Hama dan Penyakit Bawang Merah Secara Terpadu. Info Teknologi Pertanian No. 30.

Rusli, J. (2016). Uji Antagonis Cendawan Rhizosfer Kentang (Solanum tuberosum L.) Dari Pertanian Buluballea Kelurahan Pattapang Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Terhadap Cendawan Patogen. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negri Allaudin. Makasar.

Sunarwati, D. dan R. Yoza. 2010. Kemampuan Trichoderma dan Penicillium dalam Menghambat Pertumbuhan Cendawan Penyebab Penyakit Busuk Akar Durian (Phytophthora palmivora ) Secara In Vitro. Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara. Solok.

Tehrani, A.S. and Ramezani, M. 2003. Biological Control Of Fusarium Oxysporum, The Causal Agent Of Onion Wilt By Antagonistic Bacteria. Comm Agr Appl Biol Sci. 68(4):543–547.

Udiarto, B.K., W. Setiawati dan E. Suryaningsih. 2005. Pengenalan Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah dan Pengendaliannya. Panduan Teknisi PTT Bawang Merah No. 2.

Winarto dan Tim Lentera. 2004. Memanfaatkan Tanaman Sayur Untuk Mengatasi Aneka Penyakit. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Yulianti, T. 2009. Bahan Organik Perannya Dalam Pengelolaan Kesehatan Tanah dan Pengendalian Patogen Tular Tanah Menuju Pertanian Tembakau Organik. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri Vol 2(1) Hlm. 26-32.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.